• last

    Een Herdiani Rektor Baru ISBI Bandung


    Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., dilantik sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung periode tahun 2018-2022. Target Een melakukan akreditasi fakultas atau program studi di kampus berlokasi di Jalan Buahbatu, Bandung, itu.

    “Sebagai target pertama, insya Allah nanti setiap program studi di ISBI Bandung akan mendapatkan akreditasi, begitu juga dengan institusi yang juga akan terakreditasi. Hal tersebut akan dikerjakan dan terus diupayakan, semoga akhir tahun 2018 ini sudah beres,” ujar Een, melalui siaran persnya.

    Selain itu, ISBI Bandung akan segera memiliki kampus baru di lahan seluas 8,6 Hektar di Cikamuning, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

    Lahan tersebut merupakan hibah dari Gubernur Jabar era Ahmad Heryawan. Een juga ingin mewujudkan bahwa ISBI Bandung diharapkan bisa menjadi pusat budaya dan pendidikan seni di Kabupaten Bandung Barat.

    “Sesuai aturan dari Kemenristekdikti bahwa PTN seharusnya memiliki lahan minimal 30 hektar, dengan Gubernur Jabar yang baru diharapkan akan lebih mendukung lagi untuk pembangunan ISBI Bandung. Untuk pembangunan kampus baru di Kecamatan Ngamprah, akan dibuat masterplan di tahun 2019,” ujarnya.

    Een sendiri dilantik Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersamaan dengan empat Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) periode 2018-2022 lainnya.

    Pelantikan dilaksanakan secara khidmat di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, pada Jum’at (07/09/2018).

    Memperkuat basis sumber daya manusia merupakan pesan yang disampaikan dalam sambutan oleh Menristekdikti kepada para pimpinan PTN yang baru dilantik. Selain itu, PTN pun diminta untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif, memiliki daya juang tinggi, kreativitas, dan inovasi.

    “Kompetitif tidak hanya ditentukan dengan penguasaan skill semata namun harus dilandasi dengan karakter yang kuat sebagai pondasi dalam berjuang untuk memajukan Perguruan Tinggi agar mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0,” ujar Menristekdikti.

    Nasir menambahkan dalam menghadapi tantangan masa kini, pemimpin perguruan tinggi harus memperkuat inovasi, meningkatkan daya saing, harus bekerja sama sebagai satu tim, tidak boleh berkelompok.

    “Perguruan tinggi harus mampu menjadi lokomotif dalam memperkuat konsolidasi dan persatuan ini, baik secara internal maupun secara eksternal, jalin jaringan kerja sama antar perguruan tinggi, berbagi sumber daya dan bekerja sebagai bangsa Indonesia,” tambah Nasir.

    Sumber: Bandung Kiwari/Kumparan.com

    Opini

    Liputan

    Kontak Kami