• last

    The 2nd General Assembly of ASEAN-China Arts Colleges Alliance (ACACA) 2019 Roundtable Meeting of the Heads of China-ASEAN Arts Colleges di Guangxi Arts University, Nanning, China


    Tahun 2019 merupakan tahun ke-3 ISBI Bandung diundang untuk hadir dalam acara ASEAN-China Arts Colleges Alliance (ACACA). Tahun pertama adalah tahun 2017 pada saat itu aliansi ini diperkenalkan kepada kami ISBI Bandung oleh Presiden atau Rektor Guangxi Arts University Nanning, China. Perkenalan mengenai perencanaan kesepakatan semua universitas yang tergabung dalam ACACA ini untuk kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran budaya. Serta sekaligus melakukan penandatanganan deklarasi. Adapun isi dari deklarasi kerjasama tersebut adalah:
    1. Menumbuhkan generasi baru seniman yang dilengkapi dengan pengetahuan lintas budaya dan kompetensi internasional;
    2. Melakukan penelitian dan karya bersama;
    3. Hadir untuk menemukan solusi dan Inovasi pengembangan industri seni dan budaya;
    4. Mempromosikan keragaman seni dan budaya negara masing-masing.


    Setelah penandatanganan deklarasi tersebut tahun keduanya yaitu 2018 diadakan pertemuan untuk diskusi roundtable yang pertama dan dilanjutkan dengan roundtable yang kedua pada tanggal 28-29 Oktober 2019. Seperti judul dalam laporan ini The 2nd General Assembly of ASEAN-China Arts Colleges Alliance (ACACA) 2019 Roundtable Meeting of the Heads of China-ASEAN Arts Colleges.

    Adapun anggota yang tergabung dalam aliansi ini adalah sebagai berikut:
    1. Academy of Military Culture, National Defence University of PLA China;
    2. Guangxi Arts University (GXAU), Nanning China;
    3. Nanjing University of the Arts;
    4. Shandong University of Arts;
    5. Jilin University of the Arts;
    6. Yunnan Arts University;
    7. Xinjiang Arts University;
    8. Inner Mongolia Arts University;
    9. University of Brunai Darussalam;
    10. Royal University of Fine Arts, Camboja;
    11. Indonesia Arts and Culture Institute of Bandung, Indonesia;
    12. National School of Arts Lao PDR, Laos;
    13. National Academy of Arts, Culture & Heritage (ASWARA), Malaysia;
    14. National University of Art and Culture (Yagon), Myanmar.
    15. University of Philippines-Dilman, Philipina;
    16. Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura;
    17. Bunditpatanasilpa Institute, Thailand;
    18. Silpakorn University, Thailand;
    19. Vietnam National Academy of Music, Vietnam.


    ACACA merupakan sebuah organisasi Non-profit yang menghimpun perguruan tinggi-perguruan tinggi seni di China dan ASEAN. Organisasi ini menginisiasi dan men-support kegiatan kerjasama antar perguruan tinggi seni yang tergabung di dalamnya yang didukung pula oleh Kementerian Pendidikan di China. Deklarasi ini sudah ditindaklanjuti dengan beberapa program ISBI Bandung. Di antaranya mengikut sertakan tim ISBI bandung dalam Festival Music tradisional di Nanning tahun 2019 dan 2019 Dance Education Forum juga di Nanning.


    Pada pertemuan diskusi meja bundar pada tanggal 28-29 Oktober 2019 adalah membicarakan tentang tindak lanjut program. Dalam acara tersebut para petinggi yang memberikan sambutan diantaranya sebagai berikut:
    1. Vice President of Guangxi Arts University;
    2. Dr. Chai Changzhuo Sekret CPC GXAU Commite
    3. Mr. Jia Yucheng, Inspector of Departemen of Cultural and Tourism of Guangxi Zhuang Autonomous Region
    4. Sun Wei, Vice Chair and Secretary-General of China Education Federation of The Art;
    5. Ms. Kong Roatlomang, Director of Education, Cultural and Tourism Division of ASEAN-China Center;
    6. Dr. Chantavi Sujatanong, Director of SEAMEO RIHED (SEAMEO region Center for Higher Education and Depelovment);
    7. Mr. Khamphou Phiasakha, Deputy Directur General-of International Cooferation Departement of the Ministry of Information, Culture and Tourism, Lao PDR;
    8. Mr. Sun Ruofeng, Direktur General of Technologi and Education Deapartemant of the Ministry of Culture and Tourism of China.


    Setelah pembukaan dilanjutkan dengan presentasi masing-masing perguruan untuk memaparkan program-program ke depan yang bisa dikerjasamakan. Dan ISBI Bandung mendapatkan giliran untuk presentasi urutan keempat. Adapun yang diinformasikan mengenai profil ISBI Bandung beserta program-program yang sedang dan akan dilaksanakan. Secara khusus juga disampaikan mengenai program Festival Kesenian Indonesia serta darmasiswa.

    Untuk menindaklanjuti program-program tersebut yang menjadi hambatan diantara para anggota adalah masalah funding. Hal ini juga menjadi masalah krusial yang dibicarakan. Selanjutnya diakhir sesi diskusi disimpulkan beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut:
    1. Masing-masing perguruan tinggi mengunggah program tahun 2020 di laman ACACA;
    2. Masing-masing PT mengupload kurikulum di laman ACACA sehingga bisa dikaji untuk kebutuhan-kebutuhan pertukaran mahasiswa;
    3. Masing-masing perguruan tinggi bisa saling mengundang untuk berbagai acara di masing-masing PT.
    4. Perguruan tinggi yang memiliki program penelitian kerjasama dipersilahkan untuk mengusulkan funding kepada ACACA;
    5. Bila ada usulan program dapat disampaikan kepada commite ACACA;
    6. Pertemuan ACACA selanjutnya akan dilakukan per dua tahun, dan untuk tahun 2021 akan dilaksanakan di Nanyang University Singapura.

    Setelah satu sama lain kami saling mengenal lebih dekat antara pimpinan Perguruan tinggi yang tergabung dalam ACACA ini kemungkinan kerjasama sangat terbuka lebar. Semoga apa yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan.

    Agenda

    Kabar

    Kontak Kami