• last

    ISBI BANDUNG Berkibar dalam Acara “2019 China-ASEAN Dance Education Forum” di Guangxi Arts University, Nanning, China


    ISBI Bandung memenuhi undangan dari Guangxi Arts University, Nanning China untuk berperan serta dalam acara “2019 China-ASEAN Dance Education Forum”, tanggal 25-26 Oktober 2019. Rektor beserta satu orang asisten dosen (Nur Fitriyani Padjriyah) serta dua mahasiswa yaitu Shinda Regina dan Erda.

    ISBI Bandung diundang dalam forum tersebut merupakan tindaklanjut dari kerjasama yang telah dijalin sejak tiga tahun lalu. Pada bulan Maret lalu masih dalam tahun 2019 ISBI Bandung sukses juga dalam acara China-ASEAN Tradisional Music Festival. Dan kali ini ISBI Bandung diberi kepercayaan untuk menjadi bagian dalam “2019 China-ASEAN Dance Education Forum".


    Hal ini pun tidak lepas dari peran serta alumni ISBI Yang sekarang sudah menjadi pengajar di GXAU yaitu Randy Geovani Putra, yang juga mengukir prestasi sehingga mendapat kepercayaan untuk menempatkan ISBI sebagai saudara jauh yang selalu mendapat kehormatan khusus.

    Selain itu salah satu alumni jurusan tari ISBI Bandung yaitu Ikhwan Maulfi yang sekarang sedang menyelesaikan studi di Guangxi Normal University Guilin juga diberi kesempatan untuk magang di Jurusan Tari GXAU Nanning. Maka posisi seni Sunda yaitu pelajaran gamelan dan tari menjadi cukup penting di universitas tersebut.


    Sejak penyambutan awal yang cukup mengharukan Team ISBI Bandung mendapat perlakuan yang istimewa. Sesampai di kampus bersama dengan seluruh delegasi dari berbagai negara ASEAN dan China disambut dengan permainan musik tambur dan permainan tongkat. Para pemain musik sudah berjajar di samping kiri kanan jalan. Para penari berjajar pula menyambut para delegasi dengan mengalungkan bola naga sebagai khasnya orang China.

    Sampai di pelataran kampus GXAU langsung disuguhi sajian musik tambur dari 500-an siswa-siswi SD yang juga disambung dengan para mahasiswa tari dari GXAU. Usai upacara penyambutan seluruh delegasi memasuki ruang seminar untuk upacara pembukaan.

    Dalam upacara pembukaan diawali dengan sambutan-sambutan, dari dekan Fakultas Tari sebagai pelaksana kegiatan, dari wakil rektor, dari Kementerian Pariwisata, dan dari perwakilan peserta negara-negara ASEAN yang diwakili oleh Rektor ISBI Bandung. Hal ini menjadi kehormatan tertentu bagi ISBI Bandung. Usai upacara pembukaan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh delegasi yang diambil di pelataran kampus GXAU. Selesai foto bersama dilanjutkan dengan seminar tentang tari.


    Pemakalah sebanyak 29 orang yang berasal dari negara ASEAN dan China. Dari 29 pembicara tersebut lima orang menjadi pembicara utama termasuk Rektor ISBI Bandung sebagai pembicara keempat. Setelah istirahat makan siang baru dilanjutkan dengan pembicara lain sebagai partisipant speaker.

    Seminar selesai pada pukul 18.00. Pada umumnya para pembicara menyampaikan tentang topik-topik seni tari yang berada di daerahnya. Ada pula yang berbicara masalah sejarah tari baik dunia maupun sejarah tari di China. Terdapat tiga topik pembahasan yang bisa dipilih di antaranya adalah tentang sejarah tari, etnologi tari, dan isu-isu kekinian tentang dunia tari.


    Usai makan malam seluruh delegasi menuju gedung pertunjukan untuk berapresiasi menikmati pertunjukan spektakuler andalan Guangxi Art University. Pukul 20.00 tepat acara pertunjukan dimulai. Tarian selamat datang sebagai sajian pertama merupakan gambaran dari keseluruhan acara yang akan ditampilkan dengan pakaian yang mewakili kelompok yang akan tampil. Bahkan gerakannyapun diambil dari cuplikan-cuplikan setiap pertunjukan yang mewakili kesenian dari China dan ASEAN. Pertunjukan selama dua jam itu mempersembahkan tari dan musik dari China dan ASEAN.


    Di antara pertunjukan yang digelar terdapat sajian gamelan Sunda yang sangat lengkap sebanyak 20 mahasiswa termasuk ada pemain terompet gaya Subang yang sudah sangat mahir. Gamelan tersebut mengiringi tarian pasangan jaipongan yang menggunakan kendang sebagai propertinya.

    Sajian ini merupakan hasil dari pembelajaran gamelan yang diajarkan oleh alumni ISBI Bandung yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Guangxi Normal University Guilin yang ditarik mengajar di Guangxi Arts University Nanning.


    Juga tariannya diajarkan oleh alumni ISBI Bandung yang sekarang sedang menempuh pendidikan master di Guangxi Normal University dan sedang magang di Guangxi Arts University.

    Dan sajian lain mewakili kesenian Indonesia yang memukau penonton adalah tari Saman yang ditampilkan oleh 40 orang penari. Mereka menari dengan sangat kompak sehingga mengundang histeri penonton. Tarian saman tersebut merupakan hasil workshop yang diberikan oleh Nur Fitri Padjriyah dan Devi Supriyatna dosen Jurusan Tari yang pada bulan Maret 2019.

    Kedua sajian dari Indonesia ini menjadi perhatian khusus dari para petinggi yang hadir dan juga tentunya dari para penonton. Seusai pertunjukan, Presiden GXAU memberikan komentar yang menyebut-nyebut gamelan dan tari saman sebagai sajian yang sangat luar biasa.

    Agenda

    Kabar

    Kontak Kami